Wys tans plasings met die etiket Agama. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Agama. Wys alle plasings

Woensdag 10 April 2013

INILAH AKU APA ADANYA


-=|[◦♥◦ ‘‘INILAH AKU APA ADANYA YANG JAUH DARI SEMPURNA’’ ◦♥◦ ]|=-

Aku tidak sempurna, kamu juga tidak sempurna. Tapi ketidak sempurnaanmu menjadi pelengkap ketidak sempurnaanku. Itulah kekurangan diriku.

Biarlah ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala yang Maha Sempurna yang berhak menilai diri kita. Kadangkala yang terindah bukanlah yang terbaik, yang sempurna tidak selalu menjanjikan kebahagiaan.

Tapi jika kita menerima kekurangan menjadi kelebihan, itulah kesempurnaan yang sebenarnya.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ’Anhu, Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam bersabda:

ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺍﻥ ﻧﻈﺮﺕ ﺍﻟﻴﻬﺎ ﺳﺮﺗﻚ, ﻭﺍﻥ ﺍﻣﺮﺗﻬﺎ ﺍﻃﺎﻋﺘﻚ, ﻭﺍﻥ ﻏﺒﺖ ﻋﻨﻬﺎ ﺧﻔﻈﺘﻚ ﻓﻰ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﻧﻔﺴﻬﺎ

‘‘Sebaik-baik wanita ialah wanita yang apa bila di pandang menggembirakan hatimu, apa bila di perintah ia taat kepadamu, dan apa bila di tinggal pergi ia mampu menjaga kehormatan dirinya,keluarganya dan mampu menjaga harta bendamu...!!!’’ (Al-Hadits fil kitab Durotun Nashihin)

◦♥◦ ‘‘ѕαĻαм мαηιѕ вυαт γαηφ вαςα’’ ◦♥◦

╔═══­­­­­­══­­═­­­­═­­═­­═­­═­­═­­­­═­­­­═­­═­­═­­­­╗
╠ Semoga Bermanfaat...
╚═­­═­­═­­­­═­­­­­­══­­═­­­­═­­═­­­­═­­═­­═­­═­­­═­­­═­­­­╝

Shalat Taubat



Sumber:--->Bangga Berhijab 
  • ::: Shalat Taubat

    Tentang shalat taubat, para ulama menyebutkan adanya shalat tersebut, walaupun penamaannya dengan ‘taubat’ tidak langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Dalilnya:

    عن أبي يكر الصديق قال: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: «مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّر – وفي رواية: فيحسن الوضوء – ، ثُمَّ يُصَلِّى – وفي رواية: ركعتين –، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّه؛َ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ»، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ {وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ}، رواه الترمذي وأبو داود وابن ماجه وغيرهم.

    Dari Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bersuci –dalam riwayat lain: ‘Berwudhu dengan baik.’–, kemudian melaksanakan shalat –dalam riwayat lain: ‘Dua rakaat.’–, lalu, meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuni (dosa)nya.”

    Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat ini, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” [QS. Ali ‘Imraan:135]

    [HR At Tirmidzi (no. 406 dan 3006), Abu Dawud (no. 1521), Ibnu Majah (no. 1395) dan Ahmad (1/8 dan 10), dinyatakan hasan oleh Imam At Tirmidzi rahimahullah, Ibnu Hajar rahimahullah dalam ‘Fathul Baari’ (11/98) dan Syaikh Al Albani rahimahullah, serta dinyatakan shahih oleh Imam Ibnu Hibban rahimahullah (no. 623) dan Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah]

    ------

    Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat dua rakaat, ketika seorang bertaubat dari perbuatan dosa dan janji pengampunan dosa dari Allah Ta’ala bagi yang melakukan shalat tersebut. [Lihat keterangan Imam Ibnu Hibban rahimahullah dalam Kitab ‘Shahih Ibni Hibban’ (2/389)]

    Beberapa faidah penting yang dapat kita petik dari hadits ini:

    1. Agungnya rahmat dan kasih sayang Allah ‘Azza wa Jalla kepada hamba-hamba-Nya, karena Dia mensyariatkan bagi mereka cara untuk membersihkan diri dari buruknya perbuatan dosa yang telah mereka lakukan.

    2. Wajib bagi seorang muslim untuk selalu bertakwa kepada Allah Ta’ala, merasakan pengawasan-Nya dan berusaha untuk menghindari perbuatan maksiat semaksimal mungkin. Kalau dia terjerumus ke dalam dosa, maka hendaknya dia segera bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala. [Lihat kitab ‘Bugyatul mutathawwi’’ (hal. 93)]

    Agar Dia mengampuni dosanya, sebagaimana janji-Nya dalam firman-Nya:

    إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ، وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

    “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [QS. An Nisaa’: 17]

    3. Yang dimaksud dengan ‘meminta ampun kepada Allah Ta’ala’ dalam hadits ini adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh yang disertai sikap penyesalan atas perbuatan tersebut, menjauhkan diri dari dosa tersebut dengan meninggalkan sebab-sebabnya, serta tekad yang bulat untuk tidak mengulanginya selamanya dan jika dosa tersebut berhubungan dengan hak orang lain, maka segera dia menyelesaikannya. [Lihat Kitab ‘Tuhfatul Ahwadzi’ (2/368)]

    4. Imam Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Meminta ampun kepada Allah Ta’ala (hanya) dengan lisan, tapi masih tetap mengerjakan dosa (dengan anggota badan) adalah seperti bermain-main (dalam bertaubat).” [Kitab ‘Fathul Barii’ (11/99)]

    5. Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya orang yang beriman memandang dosanya seperti dia sedang berada di bawah sebuah gunung (besar) yang dia takut gunung tersebut akan menimpa (dan membinasakan)nya, sedangkan orang yang fajir (rusak imannya) memandang dosanya seperti seekor lalat yang lewat di (depan) hidungnya kemudian dihalaunya dengan tangannya (dinggapnya remeh dan kecil).”[ HSR Al Bukhari (no. 5949)]

    ------

    Juga sebuah hadits:

    Dari Ali radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa, lalu dia bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” [HR. At Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At Tirmizi (I/128)]

    Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fie Shalat At Tatawwu’.

    Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji, atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”[QS. Ali Imran: 135]

    ------

    Adapun syarat diterimanya taubat, maka Asy Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi hafizhahullah menyebutkan ada delapan, yaitu:

    1. Taubatnya harus ikhlash, hanya mengharapkan dengannya wajah Allah. Taubatnya bukan karena riya, bukan pula karena sum’ah (keinginan untuk didengar) dan bukan pula karena dunia.

    2. Berlepas diri dari maksiat tersebut.

    3. Menyesali dosa yang telah dia kerjakan tersebut.

    4. Bertekad untuk tidak mengulangi maksiat tersebut.

    5. Mengembalikan apa yang kita dhalimi kepada pemiliknya, kalau kedhalimannya berupa darah, atau harta, atau kehormatan.

    Kami katakan: “Maksudnya, kalau kita mendhalimi seseorang pada darahnya, harta, atau kehormatannya, maka kita wajib untuk meminta maaf kepadanya dan meminta kehalalan darinya atas kedhaliman kita.”

    6. Bertaubat sebelum ruh sampai ke tenggorokan (sakratul maut).

    7. Siksaan belum turun menimpa dirinya.

    8. Matahari belum terbit dari sebelah barat.

    [Fawaid Ammah 5 dari www.shrijhi.com]

    ----

    Tata Cara Shalat Taubat:

    1. Berwudhu dengan sempurna (sesuai sunah).
    2. Shalat dua rakaat, sebagaimana shalat yang lainnya, sama persis.
    3. Tidak ada bacaan khusus ketika shalat. Bacaannya sama dengan shalat yang lain.
    4. Berusaha khusyuk dalam shalatnya, karena teringat dengan dosa yang baru saja dia lakukan.
    5. Beristigfar dan memohon ampun kepada Allah setelah shalat.
    6. Tidak ada bacaan istigfar khusus untuk shalat taubat. Bacaan istigfarnya sama dengan bacaan istigfar lainnya.
    7. Inti dari shalat taubat adalah memohon ampun kepada Allah, dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

    -----
    Semoga bermanfaat…
    [Dicampur aduk dari berbagai sumber]

    ..................................................................................................

AKU INGIN BERJILBAB SEPERTI KAKAK



Sumber:--->Bangga Berhijab 
  • SEBUAH KISAH MENYENTUH, "AKU INGIN BERJILBAB SEPERTI KAKAK

    Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

    Ada segores pedih saat ku ukir namamu dik…, Perih. Seakan ribuan belati menusuk ke hati, meninggalkan gumpalan sedih di lubang rasaku.. Penyesalan yang tak berujung, yang membuatku merutuki diri ini yang begitu ego diri. Allah …, Ampuni aku .. Adik, maafkan kakak ….

    Aku mengenalmu pertama kali ketika kami masih berpakaian putih abu-abu, dan berlanjurt di tingkat kuliah. Aku masih teringat sinar matamu saat aku memasuki kelasmu, dan kamu mengajak kami dan teman-temanmu memanfaatkan waktu kalian di sela waktu luang dalam sebuah majlis ilmu. Kajian jum’at, yang rutin ku jalankan bersama teman-teman akhwatku di rohis.

    Sayangnya, sepertinya teman-temanmu tidak begitu merespon, mereka lebih suka menghabiskan waktunya dengan bergosip dan hal-hal yang tidak bermanfaat, tapi kamu berbeda. Kamu terlihat istimewa. Kamu datang, dengan wajah penuh riang. Dik, sampai sekarang aku masih ingat senyuman yang tak penah lepas dari wajahmu.

    Senyuman yang dapat menghilangkan segala penat dan lelahku karena tugas-tugas yang menumpuk, program kerja di rohis yang begitu padat, rapat-rapat dan pertemuan yang begitu melelahkan. Tapi kamu…, yah kamu tetap riang dan seolah mengajarkan kami kakak-kakakmu untuk tetap semangat dan menikmati dunia dengan riang.

    Kamu semakin dekat pada kami, kamu begitu mudah menyerap segala pengetahuan yang kami berikan kepadamu. Kamu cerdas dik. Mungkin karena belajar dengan hati, kamu begitu mudah menerima kebaikan. Kamu hanif dik, hatimu begitu lembut dengan kebenaran… Allahu akbar, aku malu dik saat menyadari betapa banyak kesombongan di hati ini, tak seperti kau yang sangat bersahaja.

    Aku mulai menyadari, dirimu sangat berbeda dengan teman-temanmu. Kamu begitu dekat dengan kami, senior-seniormu, bahkan sangat manja, berbeda dengan teman-temanmu yang cukup segan kepada kami.

    Tapi aku suka sifatmu dik, aku seolah memiliki adik baru. Kamu sangat perhatian pada kami, terutama padaku. Itu yang ku rasa dulu, setiap di sela jam istirahat, kamu pasti selalu membawa coklat untukku, dan berbisik padaku:

    “Kak, jangan bilang sama kak iva yah, aku cuma kasih kakak. He he he.” Katamu dengan wajah penuh rahasia. Aku tertawa, menyambutnya juga dengan wajah tak kalah licik. Ha ha ha ( mb.iva mungkin kamu ingat itu…lucunya adik kita yang satu ini.

    Tapi ternyata aku salah, kau melakukan hal yang sama pada mb.iva juga. Kami tertipu, tetapi kami tetap senang. Begitulah caramu membuat kami merasa begitu kamu cintai. Allah, begitu banyaknya dia mengajari kami.Hari itu kamu mendatangiku, dengan wajah penuh semangat lebih dari biasanya. Kamu bertanya kepadaku:

    “Kak, aku mau kayak kakak. Menutup aurat dengan sempurna.” Allahu Akbar ! aku menyambut dengan begitu bahagia. Aku sampaikan pada uphi, Hilda dan ade, serta akhwat-akhwat yang lainnya. Mereka merespon dengan begitu bahagia. Kau memintaku menemanimu membeli kain, tentu saja aku mau. Subhanallah, bahagianya hatiku saat itu. Serasa tiada hari terindah melebihi ketika aku pergi bersamamu pada hari itu.

    Beberapa hari kemudian kamu datang dengan wajah cemas. Katamu, keluargamu tidak senang dengan perubahanmu, bahkan mereka pernah menyembunyikan jilbabmu. Kamu pun kini ragu dengan pilihanmu. Aku mencoba meyakinkanmu bahwa Allah lah sebaik-baik penolong. Tak ka nada yang bisa menyakitimu dalam lindungan-Nya. Kamu menangis.

    Kemudian aku mengajakmu ke mushola. Kita shalat dhuha, dan selesai shalat kamu berkata mantap, “Aku mantap untuk memakainya kak.” Subhanallah, ya Allah, Engkau penguasa hati makhluk-Mu…

    Keesokan harinya, kamu dengan jilbab lebarmu, dengan wajah yang sangat berbahagia. Aku memeluk dan menciummu dengan penuh sayang. Aku mencubit pipi tembemmu yang besemu merah, semua akhwat memelukmu dengan bahagia, ahlan wa sahlan yaa ukhti, semoga kamu terjaga dalam busana syar’i ini.

    Kamu pun smakin dekat padaku, sangat perhatian pada kami smua, tak pernah seingatku kamu tak datang menjengukku setiap kali aku sakit. Kamu selalu datang walau dalam kondisi sangat lelah.. Dik, kakak sangat bangga padamu.. Kamu semakin aktif, semua amanah yang diberikan mampu kamu kerjakan dengan penuh semangat. Bahkan, rasanya tanpa kamu, kami sangat kerepotan. Kami sangat sayang padamu dik.

    Tak terasa 2 tahun kebersamaan kita…. Aku lulus, dan harus meninggalkan kampus kita tercinta, meninggalkan rohis MPM KARAMAH (Mahasiswa Pencinta -Mushallah Kerukunan Remaja Mushallah Aliyah) yang kami rintis dari awal dengan penuh perjuangan, akhwat-akhwatku, adik-adik mentorku, perjuangan kami. Aku harus meninggalkan mereka semua.

    Termasuk kamu dik. Kamu menangis, kamu meminta kami agar tak meninggalkan kalian. Yah, kami berjanji akan lebih sering mengunjungi. Tak akan berhenti memperhatikanmu dan yang lain. Tapi, ternyata….

    Semua hanya janji, kami masuk dalam lingkungan kampus, yang kesibukannya menumpuk, terlebih aku mengambil fakultas paling sibuk di antara semua fakultas yang ada… Aku tak menepati janji, aku ingkar padamu dik. Allah, ampuni aku…

    Aku melupakanmu, aku mulai sibuk di lembaga dakwah kampusku, yang juga meminta perhatian yang sangat besar. Kuliah-kuliahku, lab-labku yang membuatku tak punya waktu untuk yang lain, termasuk padamu. Aku mulai melupakanmu, tapi kamu sering sekali menelponku.

    Yah…telpon-telponmu dik.. .Allah, jika mengingat ini, sungguh penyesalanku seakan tak ada habisnya. Kamu begitu sering menelponku, menceritakan semua keadaan di SMU kita, tentang keluargamu yang semakin menentangmu, tentang saudaramu yang sangat membencimu, tentang tidak adanya orang yang mau mendengarkan seluruh keluh kesahmu.

    Bahkan terkadang, kamu meneleponku sampai dua jam. Dan aku yang begitu egois, mulai bosan dengan semua keluhanmu. Aku yang terkadang begitu lelah dengan rutinitasku, yang hanya mencuri waktu untuk istirahat, juga harus terganggu dengan teleponmu. Ampuni hamba ya Allah…, aku mulai menghindarimu, tak ku jawab telepon-teleponmu, tapi kamu sekalipun tidak marah. Ya Allah…

    Suatu hari, kamu datang ke rumah dengan wajah letih, tak ku temukan keceriaan itu lagi. Ada yang aneh pada dirimu dik, aku sangat terkejut melihatnya…

    Wajahmu yang dulu penuh semangat dan selalu dihiasi senyum,keceriaan, yang biasanya mampu mengobarkan semangat orang-orang di sekitarmu. Kini kamu begitu berbeda, wajahmu begitu pucat, loyo, tanpa semangat hidup seperti dulu.

    Tubuhmu dik…, Allah… ada apa dengan dirimu dik ? dulu kamu begitu gemuk menggemaskan, dengan pipi tembem yang sangat lucu hingga matamu yang sipit akan semakin kecil saat dirimu tersenyum.

    Dulu kami (akhwat-akwhat) di rohis sering menyebutmu “Roti donatku” dan kamu akan membalasnya dengan wajah cemberut, yang kemudian diikuti dengan merajuk… tapi kini, kamu sangat kurus dik… sakit kah dirimu ? ini memang pertemuan pertama kita setelah aku lulus, selama ini kita hanya berkomunikasi melalu telepon..

    Dulu setiap kali kita berkumpul kamu akan menceritakan semua pengalamanmu padaku, bibirmu akan terus berceloteh tanpa henti, dengan riang dan semangat… aku selalu menjadi pendengar setiamu… tapi kini kamu hanya diam membisu, tercenung tanpa berkata apa-apa….

    Saat ku tanya kamu dari mana ? kamu hanya menjawab dengan singkat bahwa kamu hanya kebetulan lewat setelah pulang tarbiyah… lalu selebihnya kamu hanya diam… Dik, tahukah kau, betapa banyak yang ingin ku tanyakan kepadamu? tapi aku tak ingin menambah penatmu dengan pertanyaan-pertanyaanku.

    Jadi ku biarkan saja kamu dalam diammu… hingga akhirnya kamu tertidur… Aku menatap wajahmu yang teduh dalam tidurmu… dik, sebenarnya apa yang terjadi denganmu ?

    Lalu kamu pun pamit, pergi tanpa sedikitpun cerita sebagaimana lazimnya….

    Aku kembali dalam duniaku, Kuliahku, labku, amanah dakwahku… Dan.. Ya Rabb, aku kembali melupakanmu dik, hingga kemudian aku menerima sebuah telepon dari temanmu, “Kak, Diana sakit, sudah 1 minggu dia tidak masuk sekolah, kayaknya parah, kalau bisa kakak sempatkan waktu untuk menjenguknya, dia selalu menanyakan kakak dan akhwat-akhwat yang lain.” aku tercenung di ujung telepon, tak tahu harus berbuat apa..

    Saat aku dan akhwat-akhwat lain tiba di rumahmu, segera kami ke kamarmu, kamar sempit yang pengap. Hatiku miris…, aku baru kali ini ke rumahmu dik. Rabb, aku baru menyadari betapa aku tidak memperhatikan saudaraku yang memberiku parhatian luar biasa selama ini.

    Hatiku perih melihat keadaanmu, tubuhmu begitu kurus seperti seonggok tulang berselimut kulit, aku bahkan tak mampu mengenalimu, tubuhku bergetar, dadaku sesak menahan tangis, air mataku jatuh tak mampu ku bendung..

    Aku mendekatimu, kamu berusaha tersenyum tapi yang ku lihat adalah ringisan menahan sakit. Aku mencoba menahan perasaanku.

    Aku memelukmu, mencium keningmu, akhwat yang lain pun melakukan yang sama… kamu tersenyum, mencoba menggapai tanganmu, ku raih dan ku genggam tangan kurusmu… ku mencoba menghiburmu dengan berbagai cerita lucu, kamu tertawa, akwat-akhwat pun tertawa, tapi aku menangis di sini. Di lubuk hati terdalamku, meratapi keacuhanku…,Ketika ingin pamit, kau ingin menahanku, maafkan kakak dik, harusnya dulu aku menemanimu lebih lama dalam kesakitanmu…

    Aku mencoba bertanya pada ibumu kenapa kamu tidak dibawa ke Rumah Sakit, dan kembali ku temukan jawaban yang menghempaskan perasaanku hingga hancur berkeping-keping, kau menderita kanker kelenjar getah bening. Dan karena ekonomi, tak punya biaya, kamu hanya di bawa ke puskesmas. Kamu sudah pernah dibawa ke RS tapi di keluarkan karena tak punya biaya…

    Rabbana, apa gunaku selama ini, inikah ukhuwah yang aku dengang-dengunkan selama ini? inikah ikatan persaudaraan bagai satu tubuh yang selalu aku ikrarkan dalam setiap majelis yang aku bawakan? inikah kasih sayang yang aku serukan?

    Tidak, aku harus melakukan sesuatu untukmu dik… Saat itu segera aku bertanya krpada kakakku, dan katanya aku harus mengambil surat keterangan tidak mampu untukmu agar kamu dapat segera di rawat secara gratis…Tunggu aku, aku akan berusaha… ku bisikkan padamu bahwa aku pasti kembali…

    Aku kembali menjengukmu dik bersama hilda dan uphi serta beberapa akhwat lain. Aku belum berhasil menyelesaikan urusan surat miskin itu, ternyata harus dengan berbagai macam prosedur, tapi aku akan berusaha dik…Kali ini kondisimu semakin memburuk.

    Aku memelukmu dan dan kamu berkata “Ini kakak yang cengeng itu yah?” kamu tersenyum.. Aku terperanjat, Rabbana… Dik apa kamu sekarang tidak bisa melihatku ? kamu tersenyum dan berkata, “Kak, afwan kalo bicara suaranya di kencengin yah, aku sudah tidak bisa melihat dan mendengar lagi.”

    Tubuhku bergetar, aku tahu wajahku pucat pasi saat itu, aku pun tak bisa membendung tumpahnya air mataku, aku menangis. Para akhwat menarikku menjauh darimu. Dalam pelukan akwat, aku tumpahkan segala rasaku, sedihku, penyesalanku, dan ketakutanku … aku takut kau tak mampu bertahan dik… sungguh aku sangat takut kehilanganmu.

    Tiba-tiba kamu tidak sadarkan diri, tak lama kemudian kamu siuman lagi, begitu seterusnya…

    Allah, kurasakan aroma sakaratul maut semakin dekat di ruangan ini… ku raih tangan ringkihmu.. inilah tangan yang dulu sering memelukku dari belakang, menutup mataku dan menyuruhku menebak siapa dia, dan tentu saja aku tahu, tak ada tangan yang segemuk punyamu dik, saat aku menjawab, “Pasti si roti donat” kamu tertawa… tapi kini tangan itu tak mampu bergerak lagi… Aku usap air mata di pipimu dik, kamu menangis, apakah kamu merindukanku, merindukan kami saudaramu, yang telah melupakanmu ? sudihkah kau memaafkan kami dik ?

    Aku mendekatkan bibirku ke telingamu, aku tak tahu apakah saat itu kau sadar atau tidak. Aku bisikkan kalimatullah. Aku menuntunmu menyebut nama-Nya “Laa Ilaaha illallaah…laa Ilaaha illallah…” bibirmu bergerak dan aku mendengarmu berkata “Allah…Allah..” Rabbana inikah sakaratul maut… sesakit inikah…??? Ya Rabbal izzati… Allahummagfirlahu, Allahummarhamhu… Ampunilah dia, Rahmatilah dia…Aku baru selesai shalat subuh, yang kemudian aku lanjutkan dengan Al-Ma’tsurat dzikir pagi. Hari ini aku berencana mengambil surat keterangan miskin untukmu, yang dijanjikan selesai hari ini, aku sangat bersemangat.

    Kamu akan segera di rawat dik. Saat baru saja aku hendak mandi, telepon berbunyi, ternyata dari ukhti Uni, mungkin dia mengajak menjengukmu lagi, tentu saja aku mau, tapi aku salah, berita yang aku terima sungguh sangat membuatku terguncang.. “Ukhti, adik kita Diana… Innalillahi wa innailaihi Rojiun”

    Aku tak mau berburuk sangka ” Uni, kamu ngomong apa sih ? ada apa ? ngomongnya jangan nangis gitu dong…?” kataku mencoba menenangkan diri .

    “Diana ukh, dia sudah nggak ada, dia meninggal tadi malam jam 01.00, kita doakan yah.. nanti kita sama-sama melayat ke rumahnya” Rabbana… aku terdiam, tak mampu berkata-kata, serasa ada benjolan besar di tenggorokanku yang siap meledak, aku terdiam, tak ku hiraukan uni yang terus memanggilku dan terus menyuruhku bersabar.. aku terduduk.. menangis.. aku tumpahkan segala kesedihanku, penyesalanku, keacuhanku, ketakpedulianku, keegoisanku…

    Wajahmu terus berkelabat dalam benakku, senyummu, tawamu, manjamu, semangatmu… aku terus menangis…

    Baru saja jenazahmu di bawa dari rumahmu. Ibumu sejak tadi tak sadarkan diri. Kakakmu yang kamu bilang membencimu ternyata sangat mencintaimu, dia yang merawatmu selama kamu sakit. Dik, begitu banyak orang yang datang melayatmu, menghantar jenazahmu, mensholatimu.. .aku hanya bisa diam menatap iringan membawamu ke tempat pembaringanmu meninggalkan kami…

    Dik, kakak tak mampu menemanimu lagi seperti dulu, tak akan ada lagi telepon-teleponmu dan smsmu yang kini dan hingga kini ku rindukan dan selalu ku nanti tapi aku tahu hanya akan berbalas kesedihan. Tak ada lagi coklat-coklat kejutan rasa cintamu pada kami… Tak ada lagi cerita-ceritamu tentang masalah-masalahmu yang kini dan hingga kini selalu ku nantikan dan ku tahu hanya berbalas kecewa.

    Dik, maafkan kakak, Semoga kau tenang disana, semoga kau dapat menahan himpitan kubur yang kita semua akan merasakannya. Rabbana… Lapangkanlah kuburnya, terangilah dengan cahaya-Mu, jauhkanlah dia dari adzab kubur… Bukakanlah pintu jannah-Mu, sungguh dia adalah mujahidah-Mu, dia adalah tentara yang memperjuangkan agama-Mu..

    Ku tahu saat ini begitu banyak dari kami menangisi kepergianmu mujahidah, namun aku pun yakin, ribuan penduduk langit bersorak menyambut kedatanganmu dan ribuan malaikat menaungimu dalam hamparan sayapnya… dalam kedamaian di sisi Rabbmu… Pergilah adikku… kakak ridho..

    “Kak, apa aku juga bisa disebut mujahidah ? aku kan tidak berperang” …tertawa…

    “Tentu saja dik, setiap orang yang memperjuangkan agama Allah dan mati dalam keyakinan pada-Nya adalah seorang mujahid-mujahidah.” …

    “Kak, aku mau berjilbab lebar seperti kakak, pantas nggak yah? aku kan gendut…?” …katamu tersenyum malu…

    “Kau akan sangat cantik dengan busana syar’i dik, masih adakah yang lebih penting dari kecantikan di mata Allah…?”

    ….Kau tertawa…

    “Aku mauuuuu cantiiik di mata Allah…” …Tertawa riang….

    *** Untuk adikku Diana tenanglah disana, dalam perlindunganNya, tak akan ada yang mampu menyakitimu dik…” ****

    Wallahu’alam bishshawab,

    LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
    ---------------------------------------------------------------------------------

JALAN RASULULLAH


Sumber:--->Bangga Berhijab
JALAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM ADALAH DAKWAH KEPADA TAUHID

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ﻗُﻞْ ﻫَﺬِﻩِ ﺳَﺒِﻴﻠِﻲ ﺃَﺩْﻋُﻮ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ
ﺑَﺼِﻴﺮَﺓٍ ﺃَﻧَﺎ ﻭَﻣَﻦِ ﺍﺗَّﺒَﻌَﻨِﻲ ﻭَﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ .
“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kalian (hanya) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tidaklah termasuk sebagai orang-orang musyrik.’.”
[Yûsuf: 108]

Allah memerintahkan Rasul-Nya agar (Rasul-Nya) mengabarkan manusia tentang jalan dan Sunnah-Nya, yaitu berdakwah mengajak kepada syahadat Lâ Ilâha Illallâh dengan dasar ilmu dan keyakinan serta keterangan yang jelas, dan (bahwa) semua orang yang mengikuti beliau juga berdakwah di atas dasar ilmu dan keyakinan akan hal yang didakwahkan.
Di samping itu, beliau beserta orang-orang yang mengikutinya menjauhkan dan menyucikan Allah terhadap kepemilikan sekutu dalam kekuasaan dan peribadahan serta berlepas diri dari para pelaku kesyirikan, meskipun mereka adalah orang yang paling dekat dengan dirinya.

=> Faedah Ayat :
1. Bahwa dakwah kepada syahadat Lâ Ilâha Illallâh merupakan jalan Rasulullah dan orang-orang yang mengikuti beliau.
2. Bahwa orang yang berdakwah wajib mengilmui segala sesuatu yang dia dakwahkan dan mengilmui segala sesuatu yang ia larang dari (dakwah)nya.
3. Peringatan agar ikhlas dalam berdakwah, jangan sampai seorang yang berdakwah memiliki tujuan selain Wajah Allah. Dengan dakwahnya, dia jangan bermaksud mendapatkan harta, kepemimpinan atau pujian dari manusia, atau menyeru kepada
kelompok atau kepada madzhab tertentu.
4. Bahwa bashirah (ilmu dan keyakinan) merupakan hal wajib karena mengikuti Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah wajib, sedangkan seseorang tidak mungkin bisa mengikuti Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, kecuali dengan bashirah, yaitu ilmu dan keyakinan.
5. Menunjukkan kebagusan tauhid karena tauhid menyucikan Allah Ta’âlâ.
6. Menunjukan jeleknya kesyirikan karena kesyirikan adalah pencelaan terhadap Allah Ta’âlâ.
7. Kewajiban seorang Muslim untuk menjauhkan diri dari orang-orang musyrikin sehingga (muslim) tersebut tidak menjadi bagian dari (orang-orang musyrikin) dalam satu perkara pun, dan tidaklah cukup dengan tidak berbuat syirik.

[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah]

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan

Allah mengizinkan kita disakiti agar esok kita tahu cara mengobati orang yang terluka.


Sumber:--->Bangga Berhijab
Allah mengizinkan kita disakiti agar esok kita tahu cara mengobati orang yang terluka.

Allah membuat kita menangis agar esok kita mampu menghibur orang yang bersedih.

Allah menjadikan kita manusia yang dikaruniai kelebihan dan kekurangan agar kita bersyukur dan berdoa serta saling membutuhkan dengan sesama manusia.

Setiap ujian yang melanda adalah pembelajaran agar kita semakin bijak dan dewasa.

Sesungguhnya nikmat yang terbaik adalah segala kejadian yang membawa kita semakin dekat pada-NYA betapapun itu sangat menyakitkan hati kita.

Ya Allah beri Kami kekuatan untuk mengasihi, untuk memaafkan. Jangan beri Kami kekuatan untuk menyalahkan keadaan tapi beri Kami kekuatan untuk menghadapi kenyataan dan bisa memetik hikmah dari setiap kejadian...

Aamiin.

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
---------------------------------------------------------------------------------

Keberhasilan adalah Buah Kesabaran.


Sumber:--->Bangga Berhijab
Bismillaah. . .

♥ ~» Keberhasilan adalah Buah Kesabaran. . .
Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. . .
Dibalik keberhasilan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuangan dan pengorbanan,keringat dan kepayahan. . .
Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. . .
Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan
oleh kesuksesan,kita bisa lupa dari keharusan untuk berusaha. . .
Namun,bila kita kagum pada ketegaran seseorang
dalam berusaha,maka kita telah menyerap sebuah energi kekuatan,keberanian dan kesabaran. . .
Pohon besar mampu menahan terjangan badai karana memiliki batang dan akar yang kokoh. . .
Belasan tahun diperlukan
untuk menumbuhkan dan melatih kekuatan. . .
Bulan demi bulan,hujan
menguatkan jaringan kayunya. . .
Tahun demi tahun,pohon-pohon besar lain melindungi
dari terpaan hujan. . .
Tak ada hitungan malam
untuk menumbuhkan sebongkah batang yang tegar. . .
Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar
yang kekar mencengkeram bumi. . .
Hanya dengan kesabaran kita bisa meraih keberhasilan. . .
Tumbuhkanlah kesabaran! bukan sekedar kecepatan untuk meraih sukses. . .

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
---------------------------------------------------------------------------------

Keutamaan Keutamaan Dzikir


Sumber:---.Bangga Berhijab
Keutamaan Keutamaan Dzikir

Allah subahanahu wa ta’ala berfirman:

فَٱذۡكُرُونِىٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشكُرُواْ لِى وَلا تَكُفرُونِ

“Berdzikirlah kalian kepada-Ku niscaya Akau akan mengingat-ingat kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Ku (atas berbagai nikmat yang Aku berikan kepad kalian) serta janganlah kalian mengikarinya. (al-Baqarah:152)

Allah subahanahu wata’ala berfirman:

فَقُلتُ ٱستَغفرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُ ۥ كَانَ غَفَّارً۬ا

يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيكُم مِّدۡرَارً۬ا

وَيُمۡدِدۡكُم بِأَموَٲلٍ۬ وَبَنِينَ وَيَجعَل لَّكُمۡ جَنَّا تٍ۬ وَيَجعَل لَّكُمۡ أَنهاٰرً۬ا

“Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu, dan menggandakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh:10-12)

Allah subahanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيطَـٰنِ نَزۡغٌ۬ فَٱستَعِذۡ بِٱللَّهِ‌ۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلعَلِيمُ

“ Dan Jika Syaithan mengganggumu dengan suatu ganguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Fushilat:36)

Berdzikir tidak hanya mengucap kaliamt tasbih (subahanallah), tahlil (laa ilaaha ilallah), Takbir (Allahu Akbar). Berdoa ketika akan memulai aktivitas/kegiatan termasuk dzikir.

Bangun tidur berdoa, masuk/keluar WC berdoa, berpakaian berdoa, mau/selesai wudhu berdoa, mau/sesudah makan berdoa, keluar rumah berdoa dan semua aktivitas yang kita lakukan setiap hari sampai tidur lagi, jika kita mulai dengan berdoa itu artinya kita telah berdzikir(mengingat Allah).

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
---------------------------------------------------------------------------------

KETIKA


Sumber:--->Bangga Berhijab
KETIKA

✿ Ketika kerjamu tak dihargai, saat itu kau sedang belajar KETULUSAN
✿ Ketika usahamu dinilai tak penting, saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN
✿ Ketika hatimu terluka sangat dalam, saat itu kau sedang belajar MEMAAFKAN
✿ Ketika kau merasa sepi dan sendiri, saat itu kau sedang belajar KETANGGUHAN

•♥• BELAJARLAH DAN TERUS BELAJAR •♥•

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
---------------------------------------------------------------------------------

Maandag 08 April 2013

Inginku Sempurnakan Separuh Agamaku


Sumber:--->Bangga Berhijab
Inginku Sempurnakan Separuh Agamaku

Jangan khawatir, Allah yang akan mencukupkan rizki

Dari segi finansial sebenarnya sudah cukup, namun selalu timbul was-was jika ingin menikah. Was-was yang muncul, “Apa bisa rizki saya mencukupi kebutuhan anak istri?” Jika seperti itu, maka renungkanlah ayat berikut ini,

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32). Nikah adalah suatu ketaatan. Dan tidak mungkin Allah membiarkan hamba-Nya sengsara ketika mereka ingin berbuat kebaikan semisal menikah.

Di antara tafsiran Surat An Nur ayat 32 di atas adalah: jika kalian itu miskin maka Allah yang akan mencukupi rizki kalian. Boleh jadi Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus (Lihat An Nukat wal ‘Uyun). Jika miskin saja, Allah akan cukupi rizkinya. Bagaimana lagi jika yang bujang sudah berkecukupan dan kaya?

Sumber: http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/inginku-sempurnakan-separuh-agamaku.html

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
---------------------------------------------------------------------------------

Air mata Ibu terhadap Anak


Adakah Anda Sedar....?
Adakah Anda Sedar....?

KEBOHONGAN SEORANG IBU


KEBOHONGAN SEORANG IBU

Seorang Ibu dalam hidupnya membuat beberapa kebohongan:

1. Saat makan, jika makanan kurang Ibu
akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, "cepatlah makan,
Ibu tidak lapar..."

2. Waktu makan, Ibu selalu menyisihkan
ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "Ibu tidak suka daging,
makanlah, nak..."

3. Tengah malam saat dia sedang
menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata,
"Istirahatlah nak, Ibu masih belum
ngantuk..."

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk Ibu. Ia
berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu
nak, Ibu masih punya uang..."

5. Saat anak sudah sukses, menjemput Ibunya untuk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat
nyaman, Ibu tidak terbiasa tinggal di
sana..."

6. Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi Ibu masih
bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, Ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat Ibu.

Tidak peduli seberapa kaya kita,
seberapa dewasanya kita, Ibu selalu
menganggap kita anak kecilnya,
mengkhawatirkandiri kita tapi tidak
pernah membiarkan kita
mengkhawatirkandirinya.

Semoga semua anak di dunia ini bisa
menghargai setiap kebohongan seorang
ibu, karena beliaulah malaikat nyata
yang dikirim TUHAN untuk menjaga kita
dan menyayangi kita.

Perbedaan ilmu agama & harta


Sumber:--->Bangga Berhijab
# Perbedaan ilmu agama & harta #
Oleh Ust. Djazuli, Lc

1. Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan para pemilik harta baik mukmin ataupun kafir

2. Ilmu itu abadi sedangkan harta akan punah atau berpisah dgn pemiliknya yg telah wafat.
Bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam," Jika seorang manusia wafat, maka terputus seluruh hubungannya dgn Dunia kecuali dari tiga jalan,..(disebutkan diantaranya) ilmu yg bermanfaat". HR Muslim

3. Ilmu tdk perlu dijaga, bahkan ia yg akan menjaga orang yg berilmu, sedangkan harta hrs dijaga 1x24 jam bahkan membuat lelah hati & fisik orang yg memilikinya & yg menjaganya

4. Ilmu itu cahaya yg akan menerangi hati seorang hamba sehingga bisa mengenal Rabbnya & mengetahui cara yg baik ketika bermu'amalah dgn makhluk

5. Ilmu itu bukti kecintaan Allah, sedangkan harta akan Allah berikan kpd orang kafir & mukmin

6. Ilmu itu akan mendekatkan seorang hamba ke Syurga sedangkan harta adalah fitnah yg akan menjauhkan seseorang darinya kecuali yg dapat mengatasinya dgn rasa syukur kpd Allah

7. Ilmu adalah sbb kemuliaan, sedangkan harta justru akan menghinakan kecuali yg mampu menjadikannya sebagai sarana ibadah. Allah berfirman," Allah akan mengangkat derajat orang2 yg beriman & orang2 yg berilmu". (Al-Mujadalah:11)

8. Ilmu harus selalu bertambah sebagaimana yg Allah perintahkan, sedangkan harta, justru disuruh minta yg terbaik. Allah berfirman," Dan katakanlah (hai Muhammad) wahai Rabbku tambahkanah ilmu bagiku"

Dinukil sebagiannya dari kitab al-ilmu karya Syekh Muhammad al-ustaimin
Semoga bermanfaat! VIA Ummu Abdir Rasyid

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
--------------------------------------------------------------------------------- 

Sondag 07 April 2013

cara mengenakan Jilbab


Sumber:---->Jilbab Indonesia
Tutorial Pashmina Sifon Bunga

1. Gunakan Inner jilbab dan bentangkan pashmina dengan posisi kiri lebih panjang dengan kanan .

2. Tarik pashmina sisi kanan sedikit mencorong ke dalam dan sematkan dengan pentul di bagian telinga.

3. Ambil tengah sisi pashmina bagian kiri, seperti longgaran.

4. Tarik bagian tadi sampai ke atas kepala dan sematkian dengan pentul.

5. Sisa pashmina kiri yang panjang bawa ke depan melewati bagian kiri.

6. dan bawa sampai ke bagian kanan lagi. bisa di letakkan di pundah, bisa juga di bentangkan ke atas kepala, dan rapikan (tambah broach)

7. Tadaaa, pashmina bisa digunakan kumpul bareng keluarga ataupun hang out :)

Yuk lihat produk JI:
Jilbab Anak Delima http://on.fb.me/YRE7AM
Shawl Nuhijab http://on.fb.me/10eN6k9
Mukena Tatuis http://on.fb.me/14qO61D
Pashmina Faira http://on.fb.me/XoUSp3

Ga ada yang bisa memutar waktu


sumber:--->HAJINGFAI
Gue ceramah dulu..

Ga ada yang bisa memutar waktu untuk bisa kembali memulai awal yang baru..

Jadi kenapa harus diSESALIN..???
Kenapa masih berharap waktu dapat KEMBALI..???

Berhentilah mengeluh & menyesali..

Yang harus kalian lakukan adalah..
Memulai hari ini untuk membuat akhir yang baru..

#Eheemm., dah kliatan cakep belum ceramah ane.? :D
Besok mo ane pake ceramah pas jumatan...

*Turun mimbar benerin peci dan langsung meluncur ke warkop

:)

SIKSA NERAKA PALING RINGAN


Sumber:--->Cerita Misteri
SIKSA NERAKA PALING RINGAN....

Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia
berkata: "Aku mendengar Rasulullah saw.
bersabda: Ahli neraka yang paling ringan
siksanya pada hari kiamat, adalah seseorang
yang pada lekukan telapak kakinya diberi dua
bara yg menyebabkan otaknya mendidih."
[Shahih Muslim No.313]

Semoga kita semua dan juga keluarga kita

Sikap tinggi hati



Sumber:--->Bangga Berhijab
Disadari atau tidak terkadang kita menjadi orang yang tinggi hati. Begitu sulitnya menghargai pendapat atau saran dari sesama padahal itu sesungguhnya demi kebaikan kita.

Sikap tinggi hati sejatinya menyusahkan diri. Kita merasa lebih baik daripada orang lain sehingga meremehkan mereka. Karena sikap tinggi hati itulah tokoh kafir Quraisy Abu Lahab, Abu Jahal serta Walid bin Mughirah terhalang untuk mendapatkan hidayah dari Allah. Di hati kecilnya mereka mengakui kebenaran Rasulullah dan Islam, namun sikap tinggi hati telah membutakan mata hati mereka.

Saudaraku, janganlah memalingkan muka manakala ada orang yang menasehati kita. Dengarkan dan ambil hikmahnya barangkali bermanfaat bagi kita. Bersikap rendah hati pada sesama tak kan menurunkan harga diri kita. Siapapun tentu akan lebih menghargai orang yang rendah hati karena membuat nyaman di hati. Sungguh sikap rendah hati adalah cermin pribadi yang menawan hati.

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
---------------------------------------------------------------------------------

Cerita Tentang Kebesaran Allah SWT


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima“. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu as-Sunni

Kisah Cinta Romantis Pak Dahlan Iskan dan Istrinya



Sumber:--->HappyGaleri 
  • Kisah Cinta Romantis Pak Dahlan Iskan dan Istrinya

    Cinta itu seperti membangun keping-keping bata untuk menjadi sebuah rumah.

    Awalnya hanya tanah, tetapi dengan kesabaran, bata-bata itu menjadi bangunan kokoh yang tidak akan terguncang apapun.

    Itulah kalimat yang bisa menggambarkan perjalanan cinta Menteri BUMN Indonesia, bapak Dahlan Iskan dan ibu Nafsiah Sabri. Keduanya adalah pasangan suami istri yang memulai cinta dari kesederhanaan. Dengan saling menopang, saling mendukung dan percaya, kehidupan mereka semakin membaik. Kehidupan yang semakin baik itu tidak melunturkan cinta diantara mereka, justru semakin lengket dan mesra di usia yang sudah tidak lagi muda.

    Dilansir dari Merdeka.com, inilah kisah cinta bapak Dahlan Iskan dan ibu Nafsiah Sabri.

    Dari Ceramah Agama, Berlanjut Boncengan Sepeda

    Awal mula pertemuan pak Dahlan dan ibu Nafsiah bisa dikatakan unik. Keduanya sama-sama memberikan ceramah agama di sebuah stasiun radio Semarang. Karena masih malu dan belum berani menyatakan cinta, pak Dahlan menawarkan membonceng ibu Nafsiah muda dengan sepeda. Hal ini terus dilakukan setiap kali berangkat siaran radio.

    "Dulu saya hanya punya sepeda dan berangkat boncengan. Saya lihat sepertinya Ia bisa menjadi ibu yang hebat," ujar pak Dahlan Iskan. So sweet..

    Di mata pak Dahlan Iskan, ibu Nafsiah adalah perempuan yang salehah, ceria, mandiri dan humoris. Tidak ingin berlama-lama, pak Dahlan Iskan menikahi ibu Nafsiah Sabri pada tahun 1975. Saat itu, usia pak Dahlan 25 tahun sedangkan usia ibu Nafsiah 22 tahun.

    Kehidupan Awal Pernikahan Yang Sulit

    Pada masa awal pernikahan, pak Dahlan tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia meninggalkan bangku kuliah dan memilih menjadi reporter lepas di sebuah surat kabar di Semarang. Kondisi yang sulit itu tidak menyurutkan cinta ibu Nafsiah. Beliau tetap menjadi istri yang setia, penurut dan mencintai pak Dahlan sepenuh hati. Di sepanjang usia pernikahan mereka, pak Dahlan dan ibu Nafsiah dikaruniai dua putra Azrul Ananda dan Isna Fitriana.

    "Kehidupan sehari-hari lebih banyak dibantu dari gaji istri saya yang menjadi guru SD waktu itu. Ketika lahir anak pertama, Azrul Ananda, kita bisa menyewa rumah yang ada kamarnya, meski di gang sempit," ujar pak Dahlan.

    Setia Walaupun Pak Dahlan Sakit

    Kesetiaan adalah kunci sebuah pernikahan yang langgeng, hal itu diperlihatkan oleh pengabdian ibu Nafsiah. Walaupun pak Dahlan Iskan divonis mengidap kanker hati ganas, beliau tetap setia menemani suaminya. Pada tahun 2008, pak Dahlan melakukan operasi transplantasi hati untuk kesembuhannya.

    Cinta keduanya tidak surut dimakan usia. Ibu Nafsiah tetap mendukung langkah karir suaminya, mulai dari reporter lepas hingga menjadi Menteri BUMN seperti saat ini. Bahkan saat pak Dahlan menjual e-troll di jalan tol, ibu Nafsiah menemani dan membantu suami walau harus berpanas-panas di bawah terik sinar matahari.

    Tetap Suka Masakan Ibu Nafsiah

    Menjadi seorang pejabat negara tidak membuat pak Dahlan melupakan hangat dan lezatnya masakan sang istri. Hingga sekarang, ibu Nafsiah masih sering membuat masakan untuk pak Dahlan untuk dimakan di Gedung Kementrian. Pak Dahlan bukan tipe pria yang malu membawa bekal dari rumah, beliau bahkan menawarkan dan membanggakan masakan istrinya di depan para wartawan. Menteri energik yang satu ini juga lebih senang menikmati masakan istrinya ketimbang makan di luar.

    Semoga kebahagiaan dalam kisah cinta ini menular pada kita semua.

    I love you with all of my heart, body ,and soul.

    You complete me.

    You make my life worth living.

Menebar Permusuhan di Jejaring Sosial


Sumber:--->Bangga Berhijab
#Menebar Permusuhan di Jejaring Sosial#

Dengan populernya jejaring sosial, banyak orang yg tidak terasa membuka aib mereka sendiri, lalu hal itu dianggap biasa. Diantaranya sering kita jumpai orang yang update status FB atw Twit untuk mencela dan melaknat orang lain. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan bukan orang yang suka melaknat serta bukan orang yang suka bicara jorok dan kotor.” (HR. Al-Bukhari)

Semoga dapat menjadi renungan bagi kita semua.

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan

Saterdag 06 April 2013

Bersegeralah, dan mulailah untuk naik...


sumber:--->Bangga Berhijab
Jika engkau ingin berhasil,
jangan berhenti dan hanya memperhatikan tangga...

Bersegeralah, dan mulailah untuk naik...

Engkau mungkin akan mendapatkan kesulitan,,,
kadang-kadang juga akan terjatuh...

Bangkitlah kembali, dan teruskan perjalanan... agar engkau sampai ke tujuan...

Di akhir nanti,
engkau pasti akan sampai ke puncak... :)

LIKE/SHARE agar kebaikan terus menyebar & pahala kita dapatkan
---------------------------------------------------------------------------------